Rabu, 10 September 2025

Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning

Deep learning dengan Kurikulum Merdeka adalah bahwa deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran mendalam yang melengkapi dan menyempurnakan Kurikulum Merdeka dengan berfokus pada pemahaman konsep inti, eksplorasi mendalam, pemecahan masalah, serta pengaitan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa, sekaligus menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan personal, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.  

Komponen Utama dalam Kerangka Kerja

1. Inti: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Di pusat diagram terdapat konsep Pembelajaran Mendalam, yakni pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman yang utuh—kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuannya adalah membentuk karakter serta keterampilan abad ke-21 secara menyeluruh.Bbpmpjatim


2. Dimensi Profil Lulusan

Mengelilingi inti terdapat delapan kompetensi yang diharapkan tumbuh dalam diri peserta didik:

  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
  2. Kewargaan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi

Delapan dimensi ini mencerminkan “profil pelajar Pancasila” yang kokoh dan seimbang secara holistik.Bbpmpjatim+1


3. Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Terdapat tiga prinsip utama yang menjadi penopang pengalaman belajar peserta didik:

  • Berkesadaran (Mindful) – siswa menyadari tujuan pembelajaran dan aktif mengatur proses belajarnya.
  • Bermakna (Meaningful) – pembelajaran relevan, kontekstual, dan menumbuhkan pemahaman mendalam.
  • Menggembirakan (Joyful) – proses pembelajaran menyenangkan dan memotivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu.Melintas+1

4. Pengalaman Belajar

Diagram menunjukkan siklus dinamis pengalaman belajar yang terdiri dari:

  • Memahami – membangun pemahaman konsep.
  • Mengaplikasi – mengimplementasikan ilmu dalam konteks nyata.
  • Berkesadaran – refleksi atas proses belajar.
  • Menggembirakan – memastikan pengalaman itu dinikmati.

Siklus ini bersifat berulang dan memperkuat interaksi antar proses.Bbpmpjatim+1


5. Kerangka Pembelajaran (Aspek Pendukung)

Mengelilingi grafis luar terdapat empat komponen struktural yang membentuk ekosistem pendukung:

  • Praktik pedagogis – strategi mengajar untuk deep learning.
  • Lingkungan pembelajaran – ruang inklusif dan inspiratif.
  • Pemanfaatan teknologi digital – mendorong eksplorasi dan inovasi.
  • Kemitraan pembelajaran – kolaborasi untuk konteks autentik.Melintas

Gambaran Keseluruhan

Kerangka ini dirancang sebagai pendekatan holistik: memadukan nilai-nilai spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga pada bagaimana proses belajar diarahkan agar bermakna, reflektif, dan menyenangkan—serta ditopang oleh lingkungan, metode, teknologi, dan kolaborasi yang efektif.

 




SHARE THIS

0 coment rios: