Deep learning dengan Kurikulum Merdeka adalah bahwa deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran mendalam yang melengkapi dan menyempurnakan Kurikulum Merdeka dengan berfokus pada pemahaman konsep inti, eksplorasi mendalam, pemecahan masalah, serta pengaitan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa, sekaligus menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan personal, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Komponen
Utama dalam Kerangka Kerja
1.
Inti: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Di
pusat diagram terdapat konsep Pembelajaran Mendalam, yakni pendekatan
pendidikan yang menekankan pemahaman yang utuh—kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Tujuannya adalah membentuk karakter serta keterampilan abad ke-21
secara menyeluruh.Bbpmpjatim
2.
Dimensi Profil Lulusan
Mengelilingi
inti terdapat delapan kompetensi yang diharapkan tumbuh dalam diri peserta
didik:
- Keimanan dan
Ketakwaan kepada Tuhan YME
- Kewargaan
- Penalaran
Kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Delapan
dimensi ini mencerminkan “profil pelajar Pancasila” yang kokoh dan seimbang
secara holistik.Bbpmpjatim+1
3.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Terdapat
tiga prinsip utama yang menjadi penopang pengalaman belajar peserta didik:
- Berkesadaran
(Mindful) – siswa
menyadari tujuan pembelajaran dan aktif mengatur proses belajarnya.
- Bermakna
(Meaningful) –
pembelajaran relevan, kontekstual, dan menumbuhkan pemahaman mendalam.
- Menggembirakan
(Joyful) – proses
pembelajaran menyenangkan dan memotivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu.Melintas+1
4.
Pengalaman Belajar
Diagram
menunjukkan siklus dinamis pengalaman belajar yang terdiri dari:
- Memahami – membangun pemahaman konsep.
- Mengaplikasi – mengimplementasikan ilmu dalam konteks
nyata.
- Berkesadaran – refleksi atas proses belajar.
- Menggembirakan – memastikan pengalaman itu dinikmati.
Siklus
ini bersifat berulang dan memperkuat interaksi antar proses.Bbpmpjatim+1
5.
Kerangka Pembelajaran (Aspek Pendukung)
Mengelilingi
grafis luar terdapat empat komponen struktural yang membentuk ekosistem
pendukung:
- Praktik
pedagogis – strategi
mengajar untuk deep learning.
- Lingkungan
pembelajaran – ruang
inklusif dan inspiratif.
- Pemanfaatan
teknologi digital –
mendorong eksplorasi dan inovasi.
- Kemitraan
pembelajaran –
kolaborasi untuk konteks autentik.Melintas
Gambaran
Keseluruhan
Kerangka
ini dirancang sebagai pendekatan holistik: memadukan nilai-nilai
spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Tidak hanya menekankan
pada penguasaan materi, tetapi juga pada bagaimana proses belajar diarahkan
agar bermakna, reflektif, dan menyenangkan—serta ditopang oleh lingkungan, metode,
teknologi, dan kolaborasi yang efektif.




